Mentawai, Hawainya Indonesia (1)

Posted by : Dewi Ratnasari January 2, 2013 Category : CatPer

Beberapa minggu yang lalu, saya diberi tugas ke luar kota. Kali ini yang saya kunjungi adalah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kepulauan Mentawai merupakan gugusan kepulauan yang ada di Sumatera Barat. Walau sempat dihantam badai tsunami beberapa tahun, namun kini Kepulauan Mentawai sudah mulai berbenah kembali. Banyak aktivitas wisata yang bisa dilakukan di pulau ini.

Saya mulai perjalanan saya dari Jakarta ke Padang. Di Padang, saya mampir sebentar untuk mengambil gambar landscape Kota Padang di Museum Adityawarman. Museum Adityawarman merupakan salah satu museum legendaris yang berada di Kota Padang. Di sini saya bisa melihat rumah gadang khas Minangkabau. Namun sayang, keberadaan museum ini kurang dipelihara secara maksimal sehingga beberapa spot justru digunakan untuk mojok alias berpacaran.

Saya tidak berlama-lama di Kota Padang karena harus bergegas ke Mentawai. Untuk pergi ke Mentawai, ada dua alternatif kendaraan yang bisa digunakan yaitu pesawat dan kapal laut. Jika menggunakan jalur udara, perjalanan bisa ditempuh selama kurang lebih 45 menit, sementara jika menggunakan jalur laut akan memakan waktu 3 hingga 10 jam.

Perjalanan udara bisa dilakukan dengan menaiki pesawat perintis NBA (Nusantara Buatan Airlines) dari bandara Rokot ke Sipora. Pesawat ini hanya terbang dua kali seminggu yaitu pada hari Sabtu pukul 07.30 dan hari Senin pada pukul 12.40. tidak seperti pemesanan tiket pesawat pada umumnya, pemesanan tiket pesawat ini dilakukan dengan menggunakan telepon ke sebuah nomer handphone dan hari Jumat pemesanan tidak bisa dilakukan karena tutup. Tak hanya itu, jadwal terbang pun tentatif karena semuanya itu tergantung kondisi cuaca dan juga pesawatnya sendiri. Bahkan, saat itu baling-baling pesawat yang tak mau berputar akhirnya diputar sendiri secara manual dengan menggunakan tenaga manusia. Ya memang terlihat seperti memutar kipas angin raksasa. Pesawat ini berkapasitas sedikit yaitu hanya muat 16 orang. Harga tiket pesawat ini Rp 200.000,-

Sementara itu, perjalanan laut bisa dilakukan melalui kapal cepat ataupun dengan KMP Ambu-Ambu. Jika ada, kapal cepat hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Namun sayangnya, jarang sekali atau hampir tidak ada kapal cepat di sini. Maka perjalanan biasanya dilakukan dengan KMP Ambu-Ambu. KMP Ambu-Ambu ini merupakan kendaraan andalan warga masyarakat Mentawai untuk menuju ke Padang. Namun, sayangnya kapal ini hanya satu hari dalam seminggu yaitu pada hari Minggu. Rutenya adalah Padang-Mentawai pada hari Minggu dan Mentawai-Padang pada hari Senin. Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Bungus menuju Pelabuhan Tuapejat, pelabuhan paling lengkap di Kepulauan Mentawai. Waktu tempuh kapal ini adalah sekitar 10 jam. Waktu yang sangat lama memang jika butuh untuk buru-buru. Harga tiket kapal ini adalah 80.000 hingga 100.000, tergantung kelas apa yang dipilih. Namun, jangan heran jika kita akan satu perjalanan dengan sayur, ayam, dan juga kambing. Karena kapal ini memang alternatif termurah untuk warga.

Untuk menghemat waktu, saya akhirnya memutuskan untuk naik pesawat. Saya tiba di Bandara Sipora, Kepulauan Mentawai. Kepulauan Mentawai merupakan gugusan kepulauan-kepulauan kecil yang terdiri atas beberapa  kepulauan seperti Pulau Siberut, Simakakang dan lain-lain. Pulau-pulau ini ada yang disewakan kepada wisatawan asing. Pulau Siberut merupakan pulau terbesar dan menjadi pusatnya Kepulauan Mentawai. Di sinilah terdapat pusat pemerintahan Kepulauan Mentawai. 

(bersambung)

Ditulis oleh Dewi Ratnasari seperti yang diceritakan oleh Ollie Aulia, Reporter TV One



Tuhan, tolong jangan butakan mata hati saya untuk mengejar sesuatu yang saya ingini tapi terlalu jauh saya gapai. biarkan saya melihat bahwa di dekat saya ada orang yang jauh lebih menyayangi saya... girly... feminin... simple... lovable... humoris... unique... adaptable... last but not least,,like WEDDING very much..
Read more about Dewi Ratnasari

Comments

© Copyright 2019. trackpacking.com