Letupan yang Membesar

Posted by : Kurniawan Aji Saputra December 12, 2013 Category : Keliling Sumatera Luar Dalam

Suatu malam, saya terbangun dan tidak bisa tidur sama sekali. banyak yang dipikirkan malam itu, termasuk: umur saya 24, umur nikah. Kalau sudah nikah agaknya berat jalan-jalan keliling Indonesia berbulan-bulan.

Lantas saya susun konsep gila “Sumatera Punya Hati”: Keliling Sumatera berbekal baiknya hati orang. Hanya terlintas beberapa hal menarik tentang Sumatera: konsep pemerintahan Geuchik-Imum Meunasah di Aceh, Gunung Kerinci, dan beberapa hal kecil. Malam itu gejolak begitu besar, ingin rasanya besok pagi langsung berangkat keliling Sumatera. Tapi ya jelas tidak mungkin lah. Berangkat keliling Sumatera jelas tidak mungkin, tidak ada harapan.

Niat berkembang seperti daun teh yang direndam dalam air panas. Air panasnya berupa komunitas Backpacker Indonesia. Kami sering berkumpul bersama dan membicarakan banyak tempat menarik di Indonesia. Ditambah lagi, saya dan beberapa teman membuat Backpackin’ Magazine yang memaksa saya untuk bertemu macam-macam artikel menarik tentang budaya dan wisata di Indonesia.

Sedikit demi sedikit saya kumpulkan informasi tentang Sumatera. Kalau ada majalah tentang wisata di Sumatera pasti saya sikat. Saya selalu melewatkan pembicaraan tentang anggaran perjalanan yang hanya bikin pesimis saja itu, walau saya tahu, bodoh kalau berjalan tanpa perhitungan.

Semakin intens saya berkumpul dengan para backpacker, semakin saya yakin bahwa anggaran itu bisa ditekan (dengan sangat kuat!) dan ide keliling Sumatera itu bukan mimpi. Sampai di satu titik saya berani menghitung anggaran semuanya itu, semua perjalanan saya keliling Sumatera selama 3 bulan.

Asumsi nomor satu, tidak ada anggaran sama sekali untuk penginapan. Dua, pakai moda transportasi ekonomi, kalau tidak ada superduperekonomi. Tiga, kalau jaraknya di bawah 5 km, tidak boleh naik angkutan umum. Jalan kaki! Empat, jangan terlalu berharap dapat daging dan ayam selama perjalanan.

Anggaran sudah tersusun dan memang angka segitu cukup berat, hampir tidak mungkin buat saya, mengingat saya punya banyak target lain yang butuh luangan waktu dan dana juga. Tapi sudah selesai membuat anggaran detail saja itu sudah satu capaian besar.

Mungkin benar teori Law of Attraction yang mengatakan bahwa semakin kita berkeinginan dan mengucapkan sesuatu, maka sesuatu itu akan semakin mungkin terjadi. Tapi saya lebih setuju dengan teori Doa dan Qodar. Doa bisa mengubah qodar. Saya berkali-kali berdoa ingin keliling Sumatera, lalu semakin lama impian (buat saya yang kere, ini masuk impian) itu semakin ada jalannya. Akhirnya saya bisa berangkat betul keliling Sumatera.

Banyak orang jalan-jalan katanya sebagai wujud cintanya terhadap Indonesia. Saya tidak pasang tujuan itu jadi yang terdepan. Kalaupun menulis tentang Indonesia itu dibilang sebagai wujud “mencintai Indonesia”, berarti saya mencintai Indonesia secara tidak sengaja, maaf. Selama ini saya mencintai Indonesia dengan membeli produk Indonesia, tidak buang sampah sembarangan, tidak nakal, segitu cukup kan?

Tujuan saya itu adalah kontemplasi dan mengenal banyak karakter. Kalau tulisan saya akhirnya dibukukan ya Alhamdulillah. Mudah-mudahan bisa banyak manfaatnya.

Kontemplasi sangat penting buat saya sekarang yang hitungannya baru keluar kampus dengan dipenuhi nilai-nilai idealis. Semakin ke sini kok rasanya nilai-nilai ideal di kepala saya itu semakin diinjak-injak. Semakin lama saya bekerja semakin tidak ideal rasanya dunia ini dan semakin menekan orang-orang yang ideal. Pergi ke tempat-tempat sepi bisa membuat saya lebih tenang dan bisa menentukan langkah seideal mungkin dalam kondisi yang tidak ideal. Saya yakin, tidak selamanya idealis itu tidak bisa dijual.

Harapannya, semakin saya mengenal orang-orang kecil, saya akan semakin bersyukur dengan kondisi yang sudah ada ini, saya semakin berkeinginan membereskan masalah lain selain perut saya dan perut orang-orang di sekitar saya.

Saya perlu mengenal banyak karakter-karakter ekstrim untuk membuat energi saya tak putus-putus. Saya ingin mengenal banyak sudut pandang untuk mendapatkan gambaran yang lebih objektif. Saya mau lebih meresapi ciptaan Allah yang maha keren ini. Kelihatannya kita semua butuh itu.

 

Cerita perjalanan ini diambil dari buku Keliling Sumatera Luar Dalam



Web programmer Kontan (Koran bisnis mingguan. Memuat berita investasi, keuangan, data pergerakan saham, dan trend bisnis) and Backpackin Magazine (Majalah Backpaker Indonesia) . Taking great interests
Read more about Kurniawan Aji Saputra

You might like:

Comments

© Copyright 2019. trackpacking.com