Indahnya karang dan deburan ombak Pantai Tanjung Layar

Posted by : Dewi Ratnasari November 19, 2012 Category : CatPer

Jaraknya sekitar hampir 2km dari jalan raya atu sekitar 1,5km dari cottage yang saya tempati. Untuk mencapai Pantai Tanjung Layar, kita harus melewati jalan setapak lalu melewati jalan berpasir di antara pepohonan kelapa. Saya juga melewati tempat pelelangan ikan Sawarna. Sayangnya, hari itu sudah sore jadi sudah tidak ada kegiatan pelelangan ikan di TPI.

Untuk berjalan menuju ke Pantai Tanjung Layar, gunakanlah sandal yang nyaman karena kita akan berjalan di antara pasir-pasir pantai. Pastinya langkah akan terasa lebih berat. Kalau bisa sih, hindari menggunakan sandal jepit karena berpotensi menyebabkan lecet-lecet di antara jempol dan jari telunjuk kaki. Lebih baik lagi jika menggunakan sandal gunung.

Di Pantai Tanjung Layar, kita bisa menikmati sunset. Namun, sayang sekali waktu itu langit mendung, jadi saya tidak bisa melihat sunset. Tangan khawatir karena kita masih bisa berfoto di antara karang-karang. Ada dua karang besar di pantai ini yang menjadi favorit  wisatawan untuk berfoto. Ada juga beberapa karang kecil.

Untuk menuju ke karang tersebut, kita harus berjalan ke tengah, kurang lebih jaraknya 100 meter lah. Namun kita harus hati-hati karena kita harus melewati karang-karang yang tajam dan sangat licin. Salah pijakan sedikit bisa jatuh dan terkena tajamnya karang. Selain itu, airnya pun tinggi. Setinggi paha hingga pinggang. Maka, mau tak mau kita memang harus berbasah-basahan untuk mencapai ke karang tersebut. Jika tak ingin ke tengah pun kita bisa berfoto di tepi pantainya, menggunakan trik-trik berfoto. Hasilnya tak kalah bagus kok.

Indahnya karang, deburan ombak, serta sunset tak jarang membuat banyak fotografer yang rela mengabadikan momen-momen ini. mereka rela berdiri dan menunggu di tengah-tengah untuk menunggu momen-momen ini. Namun, perlu diingat jangan berenang ataupun bermain air terlalu ke arah tengah. Selain karang-karangnya yang tajam, ombak di Pantai Tanjung Layar ini juga cukup besar dan tak bisa diprediksi. Makanya sering ada penduduk sekitar yang mengingatkan pengunjung agar tidak terlalu ke arah tengah.

Jika lelah berfoto atau menikmati Pantai Tanjung Layar, pengunjung bisa beristirahat di warung-warung di tepi pantai. Warung-warung ini sama halnya di Pantai Pasir Putih menyediakan macam-macam makanan dan minuman, dari sekedar mie rebus hingga kelapa muda yang segar. Tak lengkap rasanya ke Sawarna, jika belum mengunjungi Pantai Tanjung Layar.



Tuhan, tolong jangan butakan mata hati saya untuk mengejar sesuatu yang saya ingini tapi terlalu jauh saya gapai. biarkan saya melihat bahwa di dekat saya ada orang yang jauh lebih menyayangi saya... girly... feminin... simple... lovable... humoris... unique... adaptable... last but not least,,like WEDDING very much..
Read more about Dewi Ratnasari

Comments

© Copyright 2019. trackpacking.com