How To Survive in Solo : Day 1

Posted by : Dewi Ratnasari January 7, 2014 Category : CatPer

Awal cerita di sini, setelah itu....

Turun dari pesawat, ke hotel, istirahat sebentar langsung deh cuss jalan-jalan di Solo. Ada beberapa destinasi yang mau kita liat di hari pertama ini. Pertama jalan kita ke Serabi Notosuman dulu di daerah Notosuman. Niatnya mau beli tapi ngga jadi karena si serabi cuma tahan sehari aja, jadilah besok aja belinya.

Perut laper, lalu lanjut makan. Pilihan kita jatuh ke warung Soto Kirana. Wah ternyata jam 3an warungnya udah keburu mau tutup, tapi untungnya kita masih sempet makan disana. Makannya sih soto bening biasa, tapi sampingannya itu enak-enak. Ada jeroan macam babat, iso, sate ati ampela, telur rebus yang udah direbus sampe empuk banget, sama kikil. Hmmm…yummyyy. Minumnya apa? Saya memilih minum es beras kencur, sedangkan suami es gula asem. Segeeerrr.

Perjalanan pun dilanjut setelah kenyang. Kita mau ke Taman Balekambang. Wah rupanya taman ini letaknya agak jauh ya, di dekat Stadion Manahan Solo. Walopun sempat nyasar-nyasar, kami akhirnya ketemu juga sama taman yang jadi kebanggaan Jokowi sewaktu jadi Walikota Solo ini.

Tamannya sih biasa aja, kayak hutan kota. Sejuk dan ada beberapa bangku serta permainan sederhana yang bisa dinikmati. Kami pun memilih menikmati naik perahu bebek yang mengayuh sendiri di kolam belakang taman ini. Cukup dengan Rp 10.000 di satu putaran, kita sudah puas walopun harus kesusahan mengayuh pas sudah sampai di pojokan karena anginnya lumayan kenceng.

Selain bebek-bebekan, ada beberapa perahu yang bisa dinaiki seperti perahu Cina. Kami menyebutnya perahu Cina karena dihias dengan ornament-ornamen ala Tionghoa. Selain itu ada juga skuter mini dan sepeda variasi yang bisa dinikmati untuk keliling taman ini.

Selain menikmati arena permainan, pengunjung bisa juga melihat berbagai binatang seperti  rusa, kalkun, merak, angsa, dan monyet ada disini. Tak hanya itu, berbagai tanaman langka yang menyejukkan juga ada di tempat ini. Sangat cocok untuk bercengkerama atopun santai bersama keluarga.

Ada dua area di taman ini yaitu Partini Tuin atau Taman Air Partini dan Partinah Bosch atau Hutan Kota Partinah. Jika beruntung, pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan seni yang ada di gedung pertunjukan dalam Taman Balekambang ini. Tak hanya itu, Taman reptil pun ada di sebelah belakang Taman Balekambang ini.

Untuk masuk ke taman ini, pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis. Hanya saja tempatnya yang agak susah dijangkau dengan kendaraaan umum menjadi satu kendala sendiri. Selain itu, ada beberapa area juga yang terlihat sudah tak terurus ditambah kurangnya tempat sampah membuat orang jadi menghalalkan buang sampah sembarangan di tempat ini.

Selesai dari Taman Balekambang, kami balik dulu ke hotel buat mandi dan solat. Petualangan dilanjut setelah magrib. Kali ini kami memilih berputar-putar di Kota Solo sambil cari makan dan pilihan pun jatuh pada nasi liwet Bu Wongso Lemu.  Nasi liwet ini adanya di Jalan Teuku Umar atau daerah Keprabon. Tak sulit menemukan warung nasi liwet ini. Cirri khasnya adalah si penjual memakai baju kebaya jadul khas Jawa. Seporsi nasi liwet lengkap isinya nasi gurih, sayur labu siyam, suwiran ayam, telor, areh (ssantan kental) dan opor ayam kampong. Rasanya enaaakk dan bikin pengen lagi. Apalagi makannya bukan pakai piring, tapi pakai daun pisang yang dipincuk. Rasanya pun makin yummy. Untuk wilayah Solo, seporsi lengkap lumayan juga harganya yaitu Rp 17.000.

 

Dari Nasi Liwet Wongso Lemu, perjalanan kami lanjut ke Galabo atau Gladak Langen Bogan. Galabo merupakan pusat jajanan kaki lima Kota Solo yang dipopulerkan oleh Jokowi. Konsepnya adalah pusat jajanan kaki lima khas Solo dimana pengunjung makan di sepanjang jalan yang memang sengaja ditutup pada malam hari sambil menikmati musik. Namun sayangnya, pada hari biasa pusat jajanan ini sepi pembeli. Selain itu, harganya pun lumayan mahal untuk makanan di Solo. Kami pun sempat mencoba salah satu jajanan yang ditawarkan disitu yaitu wedang ronde. Satu mangkok wedang ronde ini dihargai Rp 8.000.

Bersambung...

 



Tuhan, tolong jangan butakan mata hati saya untuk mengejar sesuatu yang saya ingini tapi terlalu jauh saya gapai. biarkan saya melihat bahwa di dekat saya ada orang yang jauh lebih menyayangi saya... girly... feminin... simple... lovable... humoris... unique... adaptable... last but not least,,like WEDDING very much..
Read more about Dewi Ratnasari

Comments

© Copyright 2019. trackpacking.com