Forgot Password?
|

Eat, Sleep, And Love Part 2

Posted by : Dewi Ratnasari January 8, 2015 Category : CatPer

Sepulang dari makan kami muter-muter dulu. Lewat depan monkey forest yang lokasinya ngga jauh. Cukup rame tempatnya walo bukan hari libur. Walau ngga sempet masuk tapi saya sempet liat monyetnya nangkring di atas, sempet dadah-dadah juga sih, hihi.

Pulang ke penginapan kami ketemu sama penjaga penginapannya dan dikasih tau kalo mau menikmati Ubud bisa liat tarian daerah Bali di malam hari. Kebetulan hari itu hari Jumat, malamnya ada pertunjukan Tari Kecak di Pura dekat penginapan. Okelah, daripada bengong di malam hari mendingan saya dan suami memilih liat Tari Kecak yang katanya penuh unsur magis itu.

Malamnya, sekitar jam 7 wita kami sudah cabut dari penginapan buat ke Pura Dalem Ubud yang jaraknya sekitar 300 meter dari penginapan. Ternyata banyak juga lho yang mau nonton Tari Kecak, namun sayangnya sebagian besar adalah wisatawan asing alias bule. Tiket nonton Tari Kecak dan Tarian Api ini juga sudah dijual di jalan-jalan depan pura tapi saya sarankan mending beli langsung di depan puranya. Tiketnya seharga 80 ribu rupiah.

Masuk ke area pura suasananya mistis karena selain efek bangunannya mungkin karena minimnya penerangan alias gelap banget di pura. Kami duduk di pinggir arena yang akan dijadikan 'panggung'nya para seniman. Tak lama setelah itu, sekelompok penari kecak bertelanjang dada masuk ke area tersebut. Pentas tari kecak pun dimulai dengan tokoh-tokoh pewayangan seperti Rama, Sinta, Rahwana, dan Hanoman juga muncul di dalamnya. Terakhir, penonton disuguhi tarian api atau fire dance yang memang terkenal. Suasananya sakral dan magis ketika melihat pergelaran seni itu. Sekitar hampir dua jam kami disuguhi pergelaran seni itu. Oya, di Ubud tak hanya Pura Dalem yang menyelenggarakan pagelaran tari, di beberapa rempat juga digelar pagelaran tari di hari-hari tertentu. Biasanya mereka para penjaga atau karyawan penginapan tau jadwal pagelaran tersebut. Jadi jangan malu tanya yaa...

Okay kami menutup rangkaian second honeymoon dengan perjalanan ke bandara yang sempat nyasar dan diselingi peristiwa ban motor yang bocor. Tapi tak apa untungnya kami tidak telat sampai bandara. Selamat tinggal Bali dan keindahannya, semoga kami bisa menjejakkan kaki kesana kembali untuk menikmati keindahanmu :)



Tuhan, tolong jangan butakan mata hati saya untuk mengejar sesuatu yang saya ingini tapi terlalu jauh saya gapai. biarkan saya melihat bahwa di dekat saya ada orang yang jauh lebih menyayangi saya... girly... feminin... simple... lovable... humoris... unique... adaptable... last but not least,,like WEDDING very much..
Read more about Dewi Ratnasari

Comments

About us

Trackpacking.com adalah social network dimana kamu dapat sharing foto, cerita, peta, komunitas dan perjalananmu pada teman-teman. Dan kamu juga dapat melihat peta, track, hobi, foto, komunitas atau perjalanan dari orang lain. Ayo bergabung!
Copyright 2017. trackpacking.com

Subscribes