Batik untuk Indonesia : Batik Garutan dan Batik Cirebon

Posted by : Dewi Ratnasari December 19, 2011 Category : Belanja

 

Batik Garutan
Garut tak hanya dikenal dengan makanan dodol atau wisata air panas saja. Namun Garut juga memiliki corak batik yang disebut batik tulis Garutan atau yang terkenal dengan batik Garutan. Batik Garutan memang belum seterkenal batik Solo, namun batik ini memiliki ciri khas yang unik yaitu warna-warna batiknya yang cerah dan bisa dibilang ngejreng. Warna-warna inilah yang biasanya difavoritkan anak-anak muda.


Kegiatan dan usaha pembatikan di Garut merupakan warisan nenek moyang yang berlangsung turun temurun dan telah berkembang lama sebelum masa kemerdekaan. Pada tahun 1945 Batik Garut semakin popular dengan sebutan Batik Tulis Garutan dan mengalami masa jaya antara tahun 1967 sampai dengan 1985.


Dalam perkembangan berikutnya produksi Batik Garutan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh semakin pesatnya batik printing atau batik cap. Selain itu, kurangnya minat generasi penerus pada usaha batik tulis, ketidaktersediaan bahan dan modal, serta lemahnya strategi pemasaran menjadi penghalang batik Garutan untuk bisa semakin maju.


Batik garutan umumnya digunakan untuk kain sinjang atau kain bawahan pada kebaya. Namun, batik Garutan berfungsi juga untuk memenuhi kebutuhan sandang dan lainnya. Bentuk motif batik Garut merupakan cerminan dari kehidupan sosial budaya, falsafah hidup, dan adat-istiadat orang Sunda. Beberapa perwujudan batik Garut secara visual dapat digambarkan melalui motif dan warnanya.


Berdasarkan pemikiran yang melatarbelakangi penciptaan batik Garut, maka motif-motif yang dihadirkan berbentuk geometrik sebagai ciri khas ragam hiasnya. Bentuk-bentuk lain dari motif batik Garut adalah flora dan fauna. Bentuk geometrik umumnya mengarah ke garis diagonal dan bentuk kawung atau belah ketupat. Warnanya didomiansi oleh warna krem dipadukan dengan warna-warna cerah lainnya yang merupakan karakteristik khas batik Garutan.


Kini batik Garutan tak hanya berfungsi sebagai kain sinjang. Beberapa inovasi mode batik Garutan juga telah dilakukan seperti membuat batik Garutan menjadi kaos ataupun blouse dan kemeja. Dengan ciri khas warna-warnanya yang cerah, batik ini mulai disuka anak muda. Tak hanya digunakan untuk ke acara-acara formal, batik Garutan juga cocok digunakan ke acara-acara santai seperti jalan-jalan atau bermain.

Batik Cirebon
Cirebon, kota yang terletak di pesisir Pantai Utara Jawa ini juga dikenal memiliki batik yang khas. Batik Cirebon mempunyai warna khas tersendiri. Batik Cirebon atau yang lebih dikenal dengan batik Trusmi mempunyai warna dan teknik batik sendiri yang sulit ditiru oleh daerah lain. Pewarnaan batik ini tidak hanya menggunakan teknik yang cukup rumit melainkan kadar ph air yang juga turut menentukan keberhasilan proses pewarnaan batik. Artinya walaupun misalnya daerah Garut menguasai teknik pewarnaan batik Trusmi, tetapi jika dikerjakan di Garut warnanya tidak seperti warna batik Trusmi. Inilah keunggulan dari batik Trusmi, selain mempunyai desain batik yang baik, batik Cirebon juga didukung oleh teknik pewarnaan dan ph air yang berbeda dengan daerah lainnya.


Batik Trusmi mengenal dua jenis warna yang berasal dari produsennya, yaitu warna buatan Jerman yang umumya disebut dengan istilah obat sol dan warna buatan Jepang atau terkenal dengan obat Jawo dan napthol. Kedua warna ini menggunakan campuran air sebagai pengencernya. Umumnya pewarnaan batik Trusmi dibagi menjadi lima, batik sogan, batik biron, batik bangbiru, batik babarmas, dan batik tigo negerian.


Warna yang dihasilkan batik sogan adalah warna krem dan putih dengan corak berwarna hitam, sedangkan untuk isen-isen berwarna coklat. Sedangkan warna babarmas sering digunakan untuk batik keratonan karena warna ini bercorak klasik. Babarmas mempunyai tiga unsur warna, krem sebagai dasarnya, hitam dan coklat sebagai coraknya. Sementata itu, istilah batik biron diambil dari warna biru yang menjadi warna utama batik ini. Teknik pewarnaan biron paling sederhana dibanding dengan teknik lainnya karena hanya menggunakan satu kali proses pelorodan dan menghasilkan satu warna. Dan yang terakhir  batik bangbiru diambil dari warna batik yang dominan warna merah atau abang dan biru.



Tuhan, tolong jangan butakan mata hati saya untuk mengejar sesuatu yang saya ingini tapi terlalu jauh saya gapai. biarkan saya melihat bahwa di dekat saya ada orang yang jauh lebih menyayangi saya... girly... feminin... simple... lovable... humoris... unique... adaptable... last but not least,,like WEDDING very much..
Read more about Dewi Ratnasari

Comments

© Copyright 2019. trackpacking.com