Forgot Password?
|

Babymoon di Bali part 1

Posted by : Dewi Ratnasari January 8, 2015 Category : CatPer

Pagi-pagi judulnya udah kepagian sampai di airport. Pesawat jam 09.55 tapi jam 7 kurang udah sampe bandara. Sengaja sih, karena tol bandara memang unpredictable. Telat beberapa menit aja kena macetnya bisa sampai berjam-jam. Mungkin ini bisa jadi tips juga buat mereka yang jarang bepergian ke bandara agar lebih berhati-hati dalam estimasi waktu, apalagi kalo memang rumahnya jauh. Dan maskapai yang kita naiki pun (Air Asia) juga terkenal tepat waktu, jadi tak ada salahnya mending menunggu lama di bandara.

Oya kita belum ada persiapan apa-apa selain udah ada penginapan. Yah maklumlah, penginapan kan memang disponsori. Memang hari pertama sengaja belom mau sewa motor karena pengen menikmati Bali dengan jalan kaki. Kata suami memang banyak sewa motor di sekitar Legian. Harganya berkisar 50-70 ribu rupiah.

Setelah perjalanan sekitar hampir satu setengah jam, sampailah kita di Bandara Ngurah Rai. Sempet solat dan foto-foto dulu sambil menunggu jam check in hotel (jam 14.00 wita). Oya, keluar bandara Ngurah Rai ini kita memang sengaja jalan kaki dulu sampai hampir pintu keluar. Selain sengaja pengen foto-foto dulu tapi juga karena ngga mau pake taksi bandara. Di Bandara Ngurah Rai memang ada taksi khusus alias taksi Bandara yaitu Ngurah Rai airport taxi yang warnanya biru tua. Namun, berdasarkan hasil browsing, tarif taksi bandara disini cenderung mahal. Ya mungkin memang karena satu-satunya taksi yang memonopoli angkutan di bandara. Konon kabarnya tarif taksi sampai Legian bisa sampai lebih dari 75 ribu, tanpa argo alias tembak langsung. Jadilah kita menahan godaan tawaran sopir taksi bandara dan jalan sekitar 300 meter ke arah pintu keluar. Kami pun lebih memilih Blue Bird atau Bali Taxi (disini Bali Taxi satu grup sama Blue Bird) yang warnanya biru muda, karena udah percaya sih sama Blue Bird kalo di Jakarta. Tarif dengan argo sampe penginapan kami di Jalan Batu Pageh, Legian hanya mencapai sekitar 55 ribu.

Tiba di penginapan pas hampir jam 14.00 wita dan bisa langsung check ini. Oh ya hari pertama kami menginap di Marinos Place, di Jalan Batu Pageh (masuknya dari jalan sebelah Neo Hotel, Legian). Tempat ini lebih pantas disebut home stay karena per kamarnya luaaass banget. Bisa dihuni lebih dari lima orang. Ruangannya terdiri dari dua lantai. Lantai pertama ada ruang nonton televisi dan dapur, sedangkan lantai dua meliputi kamar tidur, kamar mandi, beranda, dan meja makan yang letaknya di beranda. Bagi yang suka berenang, ada kolam renang di dekat pintu masuk. Suasana di tempat ini tenang banget, pantes saja para bule yang nginep milih disini buat menenangkan diri dengan baca atau menikmati suasana. Sedangkan kita? Karena saking gedenya kadang takut kalo sendirian ke lantai dua, hahaha. Alhasil kadang kalo mau pipis minta temenin.



Sorenya, perut udah mulai keroncongan. Browsing makanan halal di Bali, karena memang agak sulit mencari makanan halal di Bali yang notabene banyak yang mengonsumsi daging babi. Akhirnya ketemulah rumah makan ayam goreng Mbok Limboek yang jelas-jelas sudah ada label halalnya dan jelas harganya. Tempatnya di ruko dekat penginapan kami, hanya perlu berjalan. Tempat makan ini unik, selain self service untuk nasi dan lalapan, kita akan merasakan makan di galeri barang etnik dan unik. Ternyata oh ternyata memang meja, kursi, lukisan, dan pernak-pernik disini untuk dijual alias ya memang bener-bener galeri. Sore itu kita pesan dua ayam goreng, dua nasi putih, dua es teh manis, dan satu pelecing kangkung. Pas bayar harganya ngga mencapai 80 ribu, yah cukup murah untuk kalangan di Bali.

Perut kenyang, kita pun siap jalan-jalan ke pantai. Dari RM Mbok Limboek, kami jalan ke Pantai Legian. Yah sekitar 700-800 meter lah. Cukup capek sih tapi lumayan terhibur sambil melihat toko-toko pajangan dan pernak-pernik ala Bali. Sampai di Pantai Legian untungnya sunset belom selesai. Suasananya sepi dari turis lokal alias kebanyakan bule yang sedang berjemur. Ya memang karena kita datang bukan di peak season alias pas rame-ramenya. Sambil menunggu sunset, kita sempetin foto-foto narsis dulu sambil ngga lupa mengeksiskan Trackpacking. Sengaja sih ngga mau main air karena bentar lagi juga sunset. Dan untunglah hari itu matahari cerah ceria bersahabat. Kita pun sempat melihat dan menikmati sunset di Pantai Legian.



Tuhan, tolong jangan butakan mata hati saya untuk mengejar sesuatu yang saya ingini tapi terlalu jauh saya gapai. biarkan saya melihat bahwa di dekat saya ada orang yang jauh lebih menyayangi saya... girly... feminin... simple... lovable... humoris... unique... adaptable... last but not least,,like WEDDING very much..
Read more about Dewi Ratnasari

Comments

About us

Trackpacking.com adalah social network dimana kamu dapat sharing foto, cerita, peta, komunitas dan perjalananmu pada teman-teman. Dan kamu juga dapat melihat peta, track, hobi, foto, komunitas atau perjalanan dari orang lain. Ayo bergabung!
Copyright 2017. trackpacking.com

Subscribes